Beberapa
hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan troubleshooting pada
harddisk, antara lain koneksi sumber tagangan, kabel , driver, setting
BIOS, disk yang korup, usia hard disk, masalah pengkabelan dan
lain-lain. Gejala-gejala yang berhubungan dengan permasalahan di atas :
* Indikator HDD menyala dan display tampak, tetapi tidsak terjadi proses booting.
* Komputer tidak boot pada saat dinyalakan.
* Komputer tidak dapat booting melalui harddisk.
* Tampilnya kode error 17xx pada display.
* Suara monitor harddisk tidak ada.
* pesan error dari CMOS
* Komputer tidak boot pada saat dinyalakan.
* Komputer tidak dapat booting melalui harddisk.
* Tampilnya kode error 17xx pada display.
* Suara monitor harddisk tidak ada.
* pesan error dari CMOS
Berikut adalah solusinya :
1.
Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele
seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya
di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang
power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini
bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.
2. Pastikan
setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau
jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan
menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru
Anda.
3. Jika
Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan
pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah
memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang
akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap
sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan
aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan
sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai
slave.
4. Jika
itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya
ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral,
biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat
pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami
masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface
SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk
menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard.
Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.
Itulah beberapa Diagnosa dan Troubleshooting pada PC, smoga info ini dapat bermanfaat


0 comments:
Post a Comment